Waspada, Rekor IHSG Rawan Profit Taking

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tercatat menghijau sepanjang sepekan kemarin. Dalam tiga hari terakhir, IHSG menyentuh degree tertinggi sepanjang tahun ini di degree 4700-an, rawan dilakukan aksi "angkat jemuran". Hari ini, lanjutnya, IHSG akan bergerak di rentang support 6.285-6.296 dan resisten 6.325-6.356. Untuk saham-saham yang ditradingkan beberapa hari ini hati2 mulai waspada profit taking. Swing trader boleh revenue taking, pattern follower masih hold.
Sejak awal pembukaan perdagangan bursa tahun ini, investor asing terus melepas modalnya dari Indonesia. 1. Dow Jones subuh ini ditutup turun cukup dalam, yaitu 2,13% setelah rally 9 hari berturut-turut, sehingga besar kemungkinan akan berpengaruh yang sama terhadap IHSG yang telah rally 9 hari berturut-turut. Menurutnya, kenaikan IHSG pada perdagangan kemarin sebesar zero,13 persen berada di atas pelemahan sebelumnya yakni zero,03 persen.
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG ditutup di zona hijau ke stage 6.183 atau naik 26.131 poin (zero,42 persen). Pada awal pekan ini, IHSG terlihat mengalami kenaikan 5.seventy nine poin atau zero.10% ke stage 5.7487.23. walaupun berada di zona aman dan mencatatkan kenaiakn tipis, namun hanya tiga dari 10 sektor yang mengalami penguatan. Ia memproyeksi IHSG bisa menembus stage 6.010 pada awal pekan ini dan tidak lagi bergerak di bawah degree 5.900.
Akan tetapi, jelang akhir perdagangan pergerakan IHSG mampu kembali naik seiring kembali adanya aksi beli dan berimbas pada kenaikan IHSG dan pada akhirnya ditutup di zona hijau. PWON capai goal jangka pendek, waspadai revenue taking di space 460. Meski ada potensi kelanjutan penguatan, tetap waspada profit taking yang biasa terjadi setelah lonjakan. Banyak para analis yang memperkirakan jika laju IHSG pada perdagangan hari ini berpeluang koreksi.
Menghijaunya kembali bursa saham Asia meski tidak dibarengi dengan pelemahan bursa saham AS sebelumnya dan kembali terdepresiasinya Rupiah, membantu IHSG berbalik positif. Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 23 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 21,03 poin (zero,forty two%) ke level four.104,83. IHSG ditutup di stage 4.811,04 melemah 20,fifty three poin (-zero,forty two%) berpotensi bergerak blended dengan suport 4.800 dan resisten harian 4.860.
Imbal hasil atau return Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun alias year to this point (ytd) mengungguli sejumlah indeks regional. Data Trust Securities mencatat IHSG selama sepekan kemarin mengalami kenaikan 157,26 poin (three,70%) dari sebelumnya turun 2,69 poin (zero,06%). Reza mengatakan, menjelang pertemuan FOMC pekan ini, sejumlah indeks saham Asia cenderung variatif, sehingga berimbas kurang baik pada IHSG.
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG menguat sebesar 9,seventy seven poin atau zero,15 persen ke degree 6.544,sixty three poin. Pergerakan IHSG yang hampir mendekati goal resistance dan mampu bertahan di zona positif memberikan kesempatan IHSG untuk dapat kembali menguat. Setelah sepekan melemah, USD berpotensi untuk menguat beberapa hari ke depan dengan range 13250-13800.
IHSG BEI ditutup menguat 97,70 poin atau 1,48% menjadi 6.689,28, sedangkan kelompok forty five saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 19,33 poin (1,74%) menjadi 1.128,24. Pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik sixty nine poin atau 1,52 persen ke 4.665. Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 26.20 poin (+0.54%) ke 4,874.50 dengan jumlah transaksi sebanyak 18.forty three juta lot atau setara dengan Rp7.83 triliun.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA TERBARU
IHSG diprediksi akan bergerak di rentang assist di degree 6.545 dan resistance di 6.665. Jika kemarin dan 2 hari yang lalu banyak rekomendasi purchase, maka rekomendasi hari ini adalah hold & mulai waspada revenue taking. Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada dalam ulasannya menilai gerak IHSG kemarin mampu melalui berbagai sentimen negatif akibat dukungan laju inflasi yang cukup stabil.
Pada perdagangan kemarin, IHSG terlihat masih malu-malu untuk naik dan malah bergerak turun di mana di awal persagangan sempat menguat beberapa poin. Biasanya quantity transaksi menurun ini menunjukkan minat investor yang berkurang dan cenderung rawan profit taking. Waspadai jika IHSG sudah capai degree 4500-4600 adalah area rawan revenue taking untuk jangka pendek.
19.07.2018 03:41:16
shapiroholck36akfusf

Maecenas aliquet accumsan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos hymenaeos. Etiam dictum tincidunt diam. Aliquam id dolor. Suspendisse sagittis ultrices augue. Maecenas fermentum, sem in pharetra pellentesque, velit turpis volutpat ante, in pharetra metus odio a lectus. Maecenas aliquet
Name
Email
Comment
Or visit this link or this one