Estimasi Jumlah Uang Beredar Di Indonesia Dengan Pendekatan Adaptive Neuro Fuzzy Periode

Hasil penelitian estimasi MARS terbaik pada IHSG adalah BF=18, MI=1, dan MO=1, GCV terkecil 0,05640 dengan bentuk persamaan Y = −1,46041 + zero,910129 ∗ BF 1 − zero,467099 ∗ BF 2 − 6,69852 ∗ BF four + 6,40946 ∗ BF 6 + 1,70298 ∗ BF 10 − 5,21855 ∗ BF 12 + three,10062 ∗ BF 14 − 0,984699 ∗ BF sixteen Variabel prediktor yang tingkat pentingnya secara signifikan yaitu Inflasi (푌 1 ); nilai tukar (kurs) tengah rupiah terhadap dolar Amerika (푌 3 ); indeks saham Dow Jones (푌 four ); tingkat suku bunga di Indonesia (푌 2 ); dan indeks saham Nikkei 225 (푌 5 ) dengan tingkat pentingnya masing-masing sebesar 100%; 86,54114%; eighty four,31259%; 38,18755%; dan 32,75410%.
Output potensial dan output gap bukanlah variabel yang dapat diobservasi, melainkan harus diestimasi berdasarkan informasi pada variabel-variabel relevan yang bersifat observable (Bagian SSR Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI 2000, 1). Metode perhitungan ouput potensial yang paling sering digunakan selama ini adalah dengan mengunakan pendekatan mekanis Hodrick-Presscott (HP) filter.bank indonesia dan target inflasi
Pasar uang diperoleh bukti bahwa estimasi di Pasar Uang paling mendekati nilai aktualnya. 23 2. SYUDASTRI Estimasi Tingkat Inflasi Di Indonesia Dengan Pendekatan Adaptive Neuro Fuzzy. Beberapa peneliti Christiano, Eichenbaum and Evans (2003), Woodford (2003), Smets and Wouters (2004) and Laxton and Pesenti (2003) membangun dan mengestimasi mannequin DSGE yang berbasis RBC dengan nominal rigidities pada upah dan harga termasuk asumsi imperfect competition pada pasar labor market dan product market.
PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di September 2018 mengalami deflasi sebesar zero,18 persen. Pada kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti sekarang, maka penelitian dan pemodelan jumlah uang beredar di indonesia dipandang perlu untuk memberikan estimasi atau prediksi jumlah uang beredar dimasa yang akan datang. Revisiting Estimasi Potential Output dan Output Hole Indonesia: Pendekatan Fungsi Produksi berbasis Model.” Working Paper Financial institution Indonesia, 2010.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pergerakan inflasi (variable output) sehingga bisa di estimasi dengan mengamati empat information makro ekonomi Indonesia yaitu nilai tukar, jumlah uang beredar, suku bunga PUAB, dan output gap (variable enter) menggunakan pendekatan adaptive neuro fuzzy, yaitu perpaduan antara jaringan syaraf tiruan dan logika fuzzy, dimana perpaduan keduanya diharapkan akan memberikan hasil yang akurat.
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya mengenai pembentukan mannequin estimasi inflasi dengan menggunakan empat variable input (nilai tukar, uang beredar, PUAB, dan output hole) dalam menjelaskan output (inflasi) dengan metode adaptive neuro fuzzy maka pada bab ini ditarik beberapa kesimpulan atas analisa tersebut.
Diperoleh bukti bahwa estimasi di Pasar Uang paling mendekati nilai aktualnya. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menggambarkan tingkat kenaikan (inflasi) atau tingkat penurunan (deflasi) harga barang atau jasa kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Metode yang digunakan dalam mengestimasi tingkat inflasi adalah metode ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System).
Pada kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti sekarang, maka penelitian dan permodelan tingkat inflasi dipandang perlu untuk memberikan estimasi dan prediksi tingkat inflasi dimasa yang akan datang. Dari kebijakan tersebut, komonditas bensin pada tahun2009 memberikan sumbangan deflasi terbesar yaitu -zero,fifty two% akibat penurunan harga BBM baik subsidi maupun nonsubsidi.
Hasil penelitian estimasi MARS terbaik pada IHSG adalah BF=18, MI=1, dan MO=1, GCV terkecil zero,05640 dengan bentuk persamaan Y = −1,46041 + zero,910129 ∗ BF 1 − zero,467099 ∗ BF 2 − 6,69852 ∗ BF 4 + 6,40946 ∗ BF 6 + 1,70298 ∗ BF 10 − 5,21855 ∗ BF 12 + three,10062 ∗ BF 14 − zero,984699 ∗ BF sixteen Variabel prediktor yang tingkat pentingnya secara signifikan yaitu Inflasi (푌 1 ); nilai tukar (kurs) tengah rupiah terhadap dolar Amerika (푌 three ); indeks saham Dow Jones (푌 4 ); tingkat suku bunga di Indonesia (푌 2 ); dan indeks saham Nikkei 225 (푌 5 ) dengan tingkat pentingnya masing-masing sebesar one hundred%; 86,54114%; 84,31259%; 38,18755%; dan 32,75410%.
Output potensial dan output gap bukanlah variabel yang dapat diobservasi, melainkan harus diestimasi berdasarkan informasi pada variabel-variabel relevan yang bersifat observable (Bagian SSR Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI 2000, 1). Metode perhitungan ouput potensial yang paling sering digunakan selama ini adalah dengan mengunakan pendekatan mekanis Hodrick-Presscott (HP) filter.bank indonesia dan target inflasi
04.10.2018 02:05:56
shapiroholck36akfusf

Maecenas aliquet accumsan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos hymenaeos. Etiam dictum tincidunt diam. Aliquam id dolor. Suspendisse sagittis ultrices augue. Maecenas fermentum, sem in pharetra pellentesque, velit turpis volutpat ante, in pharetra metus odio a lectus. Maecenas aliquet
Name
Email
Comment
Or visit this link or this one